PANORAMA GUNUNG BROMO DENGAN KEARIFAN LOKAL SUKU TENGGER
SuperUser Account
/ Categories: CeritaSamaMixagrip

PANORAMA GUNUNG BROMO DENGAN KEARIFAN LOKAL SUKU TENGGER

 

Berbicara mengenai panorama alam, tak lepas dari keindahan yang dimiliki oleh setiap objek alam yang ada di dalamnya. Gunung Bromo merupakan gunung yang sangat indah dan diakui oleh masyarakat dunia. Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, yang terletak di dalam empat wilayah kabupaten yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang dengan ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut. Wisata Gunung Bromo ini cukup terkenal di Indonesia, sebab para wisatawan yang berkunjung ke tempat ini tidak hanya disuguhkan dengan keindahan alam yang memanjakan mata tetapi juga masyarakat Adat Suku Tengger  yang sangat ramah terhadap para wisatawan.

 

 

Suku Tengger merupakan suku yang telah ada sejak sejarah Rara Anteng dan Jaka Seger dimana nama “tengger” merupakan gabungan dari keduanya. Nama tengger itu sendiri memiliki beberapa makna yang diantaranya adalah tengger yang berarti berdiri tegak yang menggambarkan warga tengger baik budi luhutnya, tengger yang berarti pegunungan yang merupakan wilayah kediamannya. Suku Tengger kaya akan budaya lokalnya dan cukup terkenal di masyarakat luar. Upacara Kawalu ialah upacara yang diadakan setiap delapan bulan sekali dimana masyarakat suku tengger akan mengirimkan sesaji ke kepala desa dengan maksud untuk memohon kesehatan Bumi dan segala isinya, Upacara Karo merupakan upacara adat yang dilakukan sebagai bentuk kegembiraan dalam hari raya terbesar di dalam suku tengger, Upacara Kasanga yang berarti upacara yang dilakukan pada bulan ke sembilan untuk memohon keselamatan melalui pembunyian kentongan dan membawa obor sambil mengelilingi desa, Upacara Kapat ialah upacara yang dilakukan pada bulan ke empat dengan tujuan untuk berkah keselamatan dan pemujaan pada arah mata angin.

 

 



 

Selain ke empat upacara adat tersebut Suku Tengger juga memiliki upacara yang sangat terkenal yakni Upacara Kasodo, upacara ini merupakan pemujaan kepada sang hyang widhi di Hari Raya Yadya Kasada yang dilaksanakan setiap empat belas bulan pada bulan kasada dan dilaksanakan langsung di Gunung Bromo. Upacara Kasada ini masih merupakan bagian dari salah satu tradisi jawa, yang dilaksanakan di pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo dan dilanjutkan ke puncak Gunung Bromo. Upacara ini dilaksanakan mulai dari tengah malam sampai dini hari dan diakhiri dengan pelemparan sesajen ke kawah Gunung Bromo. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Suku Tengger berkomunikasi dengan Bahasa Jawa Tengger atau turunan Bahasa Kawi yang merupakan bagian dari Bahasa Jawa Kuno yang telah ditinggalkan oleh masyarakat jawa modern. Masyarakat Suku Tengger pada saat ini masih mempertahankan adat istiadatnya dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya. Mereka juga percaya bahwa jika mereka melanggar atau tidak menjalankan aturan sebagaimana yang telah diwariskan oleh nenek moyangnya, maka mereka akan celaka dalam menjalani hidup dikemudian hari.

 

Beberapa kepercayaan yang masih mereka pegang ialah Dukun Tengger yang menjadi panutan Warga Tengger, untuk  menjadi dukun salah seorang yang mencalonkan diri dipilih langsung oleh warga serta harus mendapat petunjuk dan izin dari penguasa Gunung Bromo dan harus memalalui serangkaian acara adat, biasanya pemilihan Dukun Tengger ini berlangsung bersamaan dengan Upacara Kasodo dan calon dukun wajib hukumnya untuk hafal beberapa mantra diluar kepala tujuannya supaya mereka dapat memberikan mantra disetiap upacara adat dan hajatan dengan baik serta calon dukun ini akan mewarisi segala peralatan adat yang diberikan oleh dukun sebelumnya. Hampir setiap kepala desa di Suku Tengger menyimpan benda-benda pusaka yang dikeramatkan, seperti Pusaka Peganggu Putih yang isinya berupa pakaian adat termasuk puden dan tidak boleh dipakai sebab mereka percaya pusaka tersebut terdapat ruh di dalamnya serta cara membawanya dengan cara digendong. Kemudian juga terdapat Pusaka Penunggu Banyu yang biasanya digunakan pada acara hajatan warga desa dan untuk kelancaran air sebagai sumber kehidupan. Dengan banyaknya tradisi yang mewarnai Suku Tengger menyebabkan warga desanya sangat guyub dan rukun dalam menjalani kehidupan sehari-hari, mereka tidak sungkan untuk saling membantu bila ada salah satu warga yang kesusahan.

 

Keadaan iklim yang sangat dingin di sekitar wilayah Gunung Bromo dengan suhu udara rata-rata yang berkisar antara 5 derajat celcius hingga 20 derajat celcius bukan tidak mungkin dapat membuat para wisatawan dan warga sekitar mengalami demam, hidung tersumbat, dan bersin-bersin apalagi untuk wisatawan yang tidak biasa dengan adanya perubahan iklim tersebut. Mixagrip merupakan obat yang baik dan dapat meringankan dan bahkan menyembuhkan gejala-gejala flu dan batuk. Mixagrip sangat dikenal oleh seluruh masyarakat, sebab terkenal dengan reaksi obatnya yang cepat sehingga tidak perlu merasakan sakit yang cukup lama. Dengan kualitas bahan obat yang baik Mixagrip tidak perlu diragukan lagi dan banyak pula yang cocok dengan obat ini. Terdapat dua macam jenis obat, dimana MIxagrip flu untuk gejala flu tanpa disertai batuk dan mixagrip Flu dan Batuk untuk gejala flu disertai batuk. Mixagrip membantu dan memudahkan para traveler, karena mudah dibawa kemana-mana serta dapat dijumpai diseluruh toko obat.



 

 

#CeritaSamaMixagrip

Berliane Rezty

Previous Article Tips Cocok Backpacker Ala Generasi Milenial
Next Article Keluarga Sehat, Liburan ke Tretes Kami Selamat
Print
510 Rate this article:
No rating

Please login or register to post comments.

Artikel Terfavorit

RSS